;

Sabtu, 03 November 2012

UBUNTU : browsing dengan proxy di PC pribadi itu ngebut !

Sabtu, 03 November 2012

Internet yang lemot itu emang njengkelin terlebih ketika pas dibutuhin buat nge-gaul di social media, ngaskus, ngeblog atau hanya sekedar baca baca berita di situs berita online. Bosen juga kan kalau misalnya kita mau buka halaman facebook atau twitter aja harus nunggu beberapa menit.

Nah tentu udah tau kan gimana itu caching proxy server? kalau belum tau, itu gambarannya berfungsi untuk menyimpan konten-konten yang kita akses secara berulang-ulang dari sebuah website dalam komputer proxy server. Apabila kita mengakses konten yang sudah di-cache (disimpan dalam komputer proxy server), akses ke konten tersebut menjadi lebih cepat. Nah kalau di warnet warnet yang gede biasanya ada 1 atau lebih PC yang cuman CPU di gantung diatas deket modemnya nah itu bisa jadi adalah proxy server.

Kalau di warnet warnet biasanya menggunakan aplikasi seperti Squid atau Lusca yang konfigurasinya lumayan rumit bagi saya yang awam. Nah untuk sekedar caching proxy di komputer pribadi, kita lebih baik mengunakan software proxy server yang didesain khusus untuk penggunaan pribadi, dan salah satunya Polipo. Beikut langkah langkah instalasi dan konfigurasi POlipo di komputer pribadi kita :


Refresh database apt dan kemudian Install Polipo-nya. 

sudo apt-get update && sudo apt-get install polipo

Edit konfigurasi Polipo. (penggunaan text editornya bebas, mau gedit, nano, vi, pico) 

sudo nano /etc/polipo/config

Isikan dengan konfigurasi berikut.

# Alamat IP proxy (0.0.0.0 = proxy bisa diakses dari semua IP host)
proxyAddress = 0.0.0.0
# IP client yang boleh mengakses proxy
allowedClients = 127.0.0.1
# Port yang boleh diakses dari proxy
allowedPorts = 80-100, 182, 443, 1024-65535
# Nama proxy, isian bebas
proxyName = "ubunteroz"
# Apakah proxy boleh diakses dari komputer lain?
cacheIsShared = false

chunkHighMark = 50331648
objectHighMark = 16384
preciseExpiry = true
# Direktori cache
diskCacheRoot = "/var/polipo-cache/"
diskCacheDirectoryPermissions = 0777
diskCacheFilePermissions = 0777
# Ukuran maksimum objek yang di-cache
maxDiskCacheEntrySize = 102400
maxAge = 1d
maxExpiresAge = 1d

disableIndexing = false
disableServersList = false

# Alamat DNS server
dnsNameServer="8.8.8.8"

# Apakah server proxy dalam kondisi offline?
proxyOffline = no
 
 
Mount tmpfs di /var/polipo-cache (atau direktori lain, sesuai konfigurasi Polipo). Opsi size=50M adalah ukuran filesystem yang akan digunakan untuk menyimpan cache di RAM. Dalam kasus saya, 50M (50 megabytes) sudah cukup.
 
sudo mount -o rw,size=50M none /var/polipo-cache

Tambahkan opsi mount di /etc/fstab agar otomatis ter-mount saat booting.

sudo nano /etc/fstab
 
 kemudian tambahkan :
 
none        /var/polipo-cache    tmpfs    rw,size=50M    0    0
 
Restart Polipo.

sudo service polipo restart

 
Edit preferensi proxy pada Firefox (Edit > Preferences > Advanced > Network > Settings). Isikan 127.0.0.1 pada bagian HTTP Proxy dan SSL Proxy, 8123 pada bagian port.


Dan sudah siap digunakan :D

Catatan : 
  1. Jika semisal terdapat error semacam " address not found" tinggal restart Poliponya (sudo service polipo restart)
  2. Jika kesulitan login di hotspot, Browsernya di set ke No Proxy dahulu, setelah bisa login baru di set lagi ke proxy Polipo.


Untuk mengecek objek apa saja yang berhasil di-cache, akses alamat http://127.0.0.1:8123 melalui browser dan masuk ke pilihan Configuration Interface > Disk cache index, atau gunakan perintah ls /var/polipo-cache untuk menampilkannya di terminal.





TULISAN BERJALAN INI SILAHKAN DIISI DENGAN PESAN ANDA

aswanudin - 23.26
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Posting Komentar